Gambar Atas

I A K N   Toraja

IAKN Toraja, 

Institut Agama Kristen Negeri Toraja. alih status dari STAKN Toraja. cikal bakal dari STT Rantepao. dalam naungan Kementerian Agama. salah satu Perguruan Tinggi Negeri.

Kuliah Umum Jend. TNI (purn.) Agum Gumelar di STAKN Toraja

Berita Akademik        

gambar ilustrasi, Kuliah Umum Jend. TNI (purn.) Agum Gumelar di STAKN Toraja
Kuliah Umum Jend. TNI (purn.) Agum Gumelar di STAKN Toraja

Kuliah Umum Jend. TNI (purn.) Agum Gumelar di STAKN Toraja

Kuliah Umum bertajuk "Kepemimpinan Deliberatif yang berwawasan kebangsaan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk" pada Kamis (04/04/2019) bertempat di Aula Bukit Kasih STAKN Toraja, menghadirkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (Watimpres) sebagai Narasumber yakni Bapak Jenderal TNI (purn.) H. Agum Gumelar. Terlaksananya kegiatan ini juga di dukung oleh lembaga Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) dan Komunitas Buku dan Kopi. 

 Mengisi sela waktu pembukaan Kuliah Umum, pemaparan garis-garis besar tentang kepemimpinan Deliberatif kususnya peran Gereja dalam politik dan sebaliknya serta pengaruhnya dalam kehidupan berjemaat di masa lalu, kini dan kedepan, disampaikan oleh Pdt. Daud Sangka' Palisungan,M.Si. Beliau menegaskan bahwa pada hakekatnya Politik itu suci bahkan lebih bersih dari Gereja. Sebagaimana diketahui, Pdt. Daud Sangka' merupakan salah satu Dosen senior STAKN Toraja yang juga menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Gereja Toraja.

Mengawali pembukaan Kuliah Umum, Wakil Ketua (STAKN Toraja) Bidang Akademik, Pdt.Dr. Abraham Tanggulungan, M.Si selaku Ketua Panitia, menyampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak Agum Gumelar memijakkan kaki di kampus STAKN Toraja dan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Civitas Akademika telah kedatangan salah satu tokoh Nasional dengan berbagai kedudukan strategis yang pernah diembannya. Maksud dan tujuan pelaksanaan Kuliah Umum ini ialah untuk menyerap nilai-nilai Kepemimpinan Deliberatif yang dapat menjadi bekal bagi Mahasiswa dan generasi muda kini dan masa yang akan datang.

Kuliah Umum ini dibuka secara resmi oleh Ketua STAKN Toraja, Pdt.Dr. Joni Tapingku, M.Th. Dalam sambutannya, Ketua STAKN Toraja menyampaikan harapan percepatan realisasi peningkatan alih status Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja menjadi Institut Agama Kristen Negeri Toraja yang saat ini sedang di proses oleh KEMENPAN-RB.

Ir.Edward Tanari, M.Si sebagai Moderator dalam Kuliah Umum, menyampaikan maksud kedatangan Bapak Agum Gumelar untuk memberi semangat proaktif dalam toleransi dan kemajemukan kepada generasi muda.

Di salah satu materi dan tanya jawab, Bapak Agum Gumelar memaparkan bahwa apabila PKI di Indonesia kekuatannya sudah berada diatas kekuatan Pemerintahan yang sah, berarti mereka berada dalam kekuasaan dengan nalar yang secara jahat, tetapi ini masa lalu, fakta menunjukkan bahwa PKI dua kali mencoba mengkomuniskan Indonesia melalui pemberontakan dan tidak pernah berhasil. Kita sudah punya payung melalui TAP MPR (TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966) dan hal tersebut juga telah diungkapkan Presiden (Joko Widodo) di salah satu pesantren di Jawa Barat kala mendapatkan pertanyaan dari salah seorang hadirin yang mengkawatirkan akan bangkitnya kembali Komunis. Selanjutnya Agum mengatakan, kalau mereka (hadirin) kuatir balik (Komunis), "gebuk!". Setelah rekonsiliasi, seorang Komunis maupun anak (mantan) Komunis sudah tidak ada masalah lagi, mereka sudah bisa kerja dimana saja. Ada yang jadi TNI, Polri hingga anggota DPR. Hal ini menunjukkan bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang gendruk dengan perdamaian dan gendruk persatuan.

Kuliah Umum ini juga di hadiri oleh Bapak Dandim 1414 Tator Letkol Czi. Hias M.s Turnip, MSi(Han), Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P. Sirait, SH, SIK, Ketua I BPS Gereja Toraja Pdt. Alfret Anguai dan beberapa perwakilan Perguruan Tinggi se-Tana toraja dan Toraja Utara. 

( db )